Perbandingan Investasi Emas Fisik dengan Investasi Emas Online/Derivatif

Fxtrod.com-Semakin majunya perkembangan teknologi pada saat ini, pasar investasi menawarkan berbagai macam peluang investasi dengan berbagai instrumen. Dari pasar saham, reksadana, properti hingga produk investasi derivatif. Dalam artikel ini, kami mencoba memberikan perbandingan antara investasi emas fisik dengan investasi emas online/derivatif.

 

Emas Fisik

Emas fisik yang dimaksud disini adalah emas logam mulia/emas batangan. Emas perhiasan juga dapat dikategorikan sebagai emas fisik meski nilai kandungan emas-nya tidak semurni emas batangan atau logam mulia.  Investasi emas fisik biasanya dilakukan dengan cara membeli emas dalam bentuk batangan. Provider resmi yang menyediakan fasilitas penjualan emas batangan biasanya merupakan pihak yang legalitasnya sudah diakui regulator. Salah satu perusahaan yang menyediakan fasilitas penjualan dan pembelian emas yang resmi di Indonesia adalah PT. Aneka Tambang Tbk atau yang biasa disebut dengan PT Antam yang merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). Kegiatan dari PT. Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral. PT. Antam menyediakan penjualan emas dalam bentuk batangan dengan nilai penjualan terkecil sebesar 1 gram. Nilai per gram emas sebesar Rp. 611.000 (harga perdagangan 25/10/16 : www.logammulia.com)

hargaantam

 

Emas Online/Derivatif

Emas derivatif yang dimaksud disini adalah transaksi perdagangan jual beli emas secara online. Perdagangan emas online ini tidak memerlukan bentuk fisiknya saat pembelian maupun penjualan, hanya nilai kontraknya saja serta selisih dari transkasi yang terjadi yang dihitung untuk menjadi keuntungan bagi investor. Perlu diperhatikan sebelumnya, untuk bertransaksi di emas online, investor haruslah mengetahui legalitas dari perusahaan yang menjadi perantara nasabah untuk bertransaksi di pasar derivatif. Legalitas dari perusahaan ini sangatlah penting karena menyangkut jaminan dari keamanan dana nasabah. Badan regulasi yang menjadi pengawas resmi di Indonesia adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI) yang merupakan instansi pemerintah tingkat eselon 1 dibawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Setiap penyelenggara perdagangan emas online/derivatif haruslah terdaftar dan juga menjadi anggota dari BAPPEBTI serta Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Emas online/derivatif dapat dikatakan sebagai investasi emas yang sangat “murah” bila dibandingkan dengan emas fisik. Berdasarkan hitungan baku internasional, hanya dengan modal dana sebesar $1000 atau sekitar Rp. 10 juta (fixed rate $1= Rp 10.000), anda sudah bisa membeli 1 lot emas pada perdagangan emas online/derivatif. Nilai 1 lot emas online setara dengan 3.1 kg emas, dalam artian lain anda bisa membeli 3.1 kg emas hanya dengan modal Rp. 10 juta saja. Bayangkan bila anda harus membeli emas fisik dengan jumlah sebesar 3.1 kg, kira-kira berapa dana yang anda perlukan? Yup, kurang lebih sekitar Rp. 1.7 miliar untuk membeli emas fisik sebanyak 3.1 kg. Berbanding jauh dengan investasi emas fisik, modal yang “kecil” dari investasi emas online membuka kesempatan bagi investor untuk merasakan potensi keuntungan yang besar pada perdagangan emas, bahkan saat harga emas turun sekalipun investor juga dapat meraup keuntungan dengan melakukan short sell dan melikuidasi saat harga sudah semakin turun. Hal inilah yang kerap kali dilakukan oleh pedagang-pedagang emas untuk hedging position (lindung nilai) seperti pada saat harga emas turun beberapa waktu yang lalu. Perlu dikatahui juga, harga emas yang berlaku pada pada investasi perdagangan emas fisik dan emas online adalah sama.

 

Perbandingan Emas Fisik Dengan Investasi Emas Online/Derivatif

Transaksi emas fisik dengan emas online memiliki perbedaan yang cukup jauh. Meski memiliki harga serta modal yang sama, perbandingan antara emas fisik dengan emas online dari segi capital terlihat cukup besar. Berikut perbandingan antara perbedaan investasi emas fisik dengan investasi emas online:

 

  1. Modal

Emas fisik biasanya memerlukan modal yang cukup besar. Selain untuk melipatkan keuntungan saat harga naik, profit yang diperoleh juga baru akan terasa bila investasi tersebut semakin besar. Berbeda halnya dengan emas fisik, investasi emas online dengan sistem leverage-nya bisa mendongkrak nilai dari investasi tersebut. Seperti yang sebelumnya dijelaskan diatas, hanya dengan modal $1000, investor sudah bisa membeli 3.1 kg emas sehingga potensi profit bisa semakin besar.

  1. Waktu

Investasi emas fisik memerlukan waktu yang cukup panjang untuk merasakan profit. Dibutuhkan sedikitnya 3-5 tahun untuk bisa merasakan profit yang ideal. Sedangkan untuk emas online, profit bisa diperoleh dalam waktu yang cukup singkat baik dalam waktu bulanan, mingguan dan bahkan harian. Pergerakan harga emas secara realtime memungkinkan investor untuk bisa melikuidasi keuntungannya secara langsung, kapan saja dan dimana saja.

  1. Peluang 2 Arah Transaksi

Pada investasi emas fisik, investor hanya memiliki 1 arah transaksi saja. Di awali dengan membeli emas di harga rendah pada level harga tertentu dan di akhiri dengan likuidasi pada saat harga naik dan sudah mencapai target keuntungan yang diinginkan. Sedangkan pada investasi emas online, selain dapat membeli saat harga rendah dan melikuidasi pada saat target profit tercapai seperti halnya pada emas fisik, investor juga dapat memilih posisi short sell saat harga berpotensi turun dan dilikuidasi bila harga sudah mencapai target profit yang diinginkan. Semakin rendah harga emas karena adannya penurunan, maka semakin besar keuntungan investor yang melakukan short sell.

  1. Selisih Jual Beli (Spread)

Pada perdagangan emas fisik, selisih harga jual kembali cukup besar. Dalam hitungan gram, setidaknya investor dikenakan biaya sebesar Rp.68.000/gram untuk melakukan penjualan kembali (harga standar PT. Antam). Lain halnya dengan investasi emas fisik, selisih jual beli pada perdagangan emas online dapat dikatakan sangat murah. Hanya dengan Rp.64/gram, investor bisa melakukan transaksi jual beli tanpa harus dipusingkan dengan mahalnya harga spread.

  1. Likuidasi

Emas fisik memiliki tingkat likuidasi yang rendah karena waktu perdagangan yang terbatas. Waktu perdagangan yang mengikuti jam kerja pada umumnya menutup kemungkinan bagi investor untuk melikuidasi keuntungannya bila harga emas menguat pada saat malam hari. Sedangkan pada perdagangan emas online, tingkat  likuidasi pada transaksi emas online sangat tinggi. Semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja selama 24 Jam penuh dari Senin pukul 4.30 WIB hingga Sabtu dini hari pukul 02.30 WIB dengan menggunakan koneksi internet. Sebagai informasi, umumnya harga emas berfluktuasi pada saat pasar Amerika dibuka (pasar Amerika buka pukul 19.30 WIB). Selisih waktu 12 jam menjadi kendala bagi investor emas fisik untuk melakukan likuidasi bila harga emas naik pada malam hari.

  1. Penarikan Dana (Withdrawal)

Keunggulan lain dari perbandingan emas fisik dengan emas online adalah proses withdrawal. Emas fisik cenderung memiliki tingkat withdrawal yang cukup “panjang” karena terdapatnya selisih waktu pada saat antrian penjualan dengan persamaan harga pada saat penjualan. Selisih ini kadang cukup merugikan investor karena harga yang diberikan oleh penjual tidak sesuai dengan harga realtime. Sedangkan pada transaksi emas online, proses withdrawal bisa dilakukan kapan saja dan dana yang akan di withdrawal dipastikan akan masuk ke dalam rekening nasabah pada hari yang sama tanpa dikenakan biaya apapun. (proses pengajuan dibawah pukul 12 siang).

 

Perhitungan

Berikut ilustrasi dari perbedaan perhitungan investasi emas fisik dengan investasi emas online:

perhitungan-emas-fisik-vs-emas-online

 

Dari gambar diatas kita dapat melihat perbedaan profit yang cukup jauh antara emas fisik dengan emas online. Dengan modal yang sama dan kondisi pasar yang sama, potensi keuntungan dari emas fisik dengan emas online cenderung sangat jauh berbeda. Kenaikan harga emas dari harga $1200 ke harga $1285 pada emas fisik hanya mendapatkan keuntungan sebesar 7% dari modal atau sebesar $3500, sedangkan pada emas online, kenaikkan tersebut menghasilkan profit yang cukup fantastis sebesar 85% dari modal awal atau sebesar $42.500. Perbedaan jumlah profit ini dikarenakan investasi emas online menggunakan sistem leverage serta tidak memerlukan biaya produksi sehingga dapat mendongkrak nilai profitnya. Profit yang diperoleh dari transaksi emas online menggunakan hitungan baku standar internasional. Selisih antara harga likuidasi dengan harga beli dikalikan dengan nilai kontrak emas dunia sebesar 100 troy ounce dan dikalikan jumlah lot. Besar dan kecilnya jumlah lot mempengaruhi net profit yang akan diperoleh.

Dari perbandingan antara investasi emas fisik dengan emas online diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa peluang investasi pada emas online terlihat begitu menjanjikan. Dengan kondisi pasar yang sama dan modal yang sama, tingkat ROI yang didapat menjadikan investasi emas online sebagai pilihan yang cerdas dalam berinvestasi. Pilihan berinvestasi emas adalah salah satu solusi bagi investor untuk menghindari penyusutan nilai mata uang dikarenakan inflasi menjaga nilai kekayaannya. Meskipun begitu, investor tetap disarankan untuk menjaga keamanan dana dan mempelajari dengan seksama setiap peluang dan kondisi pasar yang ada.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *